Aditia K. Mokoginta – Technology & Asset

Selalu mengagumi berbagai temuan teknologi sejak masa kecilnya, pria kelahiran 2 Agustus 1990 ini kemudian menaruh ketertarikannya pada teknologi yang membawa perubahan besar di dunia, yaitu Bitcoin dan Blockchain sejak 5 tahun terakhir. Berbekal pendidikan engineering, ia terus mempelajarinya lebih dalam dan mulai terlibat dalam investasi Cryptocurrency dan Blockchain project. Pria yang saat ini tengah disibukkan dengan persiapan pengembangan Initial Coin Offering (ICO) ini akhirnya mengembangkan ide dan pengetahuannya dalam sebuah platform bernama Biido.id bersama rekan bisnisnya. Hasilnya, tidak hanya membantu mengedukasi dan memudahkan para klien investor Crypto Assets, namun juga sudah menjadi bagian dari hidupnya.

 

Teks Femi Veronika

Foto Dok. Pribadi

 

Apa itu Biido dan seperti apa strategi bisnis dan kualitas yang ditawarkan untuk para customer?

Pertama kita harus mengerti terlebih dahulu bahwa Cryptocurrency di Indonesia lebih dianggap sebagai aset dan bukan alat pembayaran, sehingga kita lebih suka menyebutnya sebagai Crypto Asset. Biido sendiri adalah sebuah platform dimana customer bisa memperjual-belikan serta menukarkan Crypto Asset yang mereka miliki. Kendala di masyarakat saat ini adalah banyak customer ingin memiliki Crypto asset seperti Bitcoin dan Ethereum namun terbentur dengan proses yang rumit dan membingungkan. Oleh karena itu kami memutuskan untuk mengembangkan suatu Crypto platform yang sederhana namun powerful. Kami ingin membuat User Interface sesederhana mungkin sehingga mudah digunakan oleh new comer, namun tetap memiliki fitur yang advanced untuk orang-orang yang sudah expert. Dari sisi fee, kami menyediakan fee yang sudah pasti lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor lainnya di pasaran, selain itu kami juga memiliki fitur levelling yang belum dimiliki oleh trading platform lainnya. Kami harapkan dengan hadirnya Biido, masyarakat awam terutama generasi millenials bisa lebih tertarik untuk berinvestasi Crypto Assets.

 

Apa itu Cryptocurrency dan seperti apa cara termudah untuk memahaminya?

Cryptocurrency sejatinya adalah alternatif dari mata uang konvensional. Diciptakan untuk menghilangkan batas-batas negara dan menjadi global currencies yang tidak dikontrol oleh pihak ketiga manapun. Namun tidak seperti mata uang konvensional, Cryptocurrencies berbentuk virtual (tidak ada bentuk fisik) dan didistribusikan secara peer-to-peer di atas suatu jaringan yang disebut Blockchain. Di luar negeri seperti Jepang, Bitcoin diterima sebagai alat pembayaran yang sah, namun di Indonesia alat pembayaran yang sah hanyalah rupiah, sehingga Cryptocurrency lebih dianggap sebagai asset.

 

Lalu menurut Anda sejauh mana pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai Cryptocurrency?

Pengetahuan masyarakat tentang Cryptocurrency masih minim, hanya sebagian kecil yang memiliki pemahaman yang tentang Cryptocurrency. Oleh karena itu edukasi penting dilakukan agar kita tidak ketinggalan oleh negara lain dalam mengadopsi teknologi ini. Di negara seperti Korea, Amerika, Kanada lebih dari 30% masyarakat memiliki Cryptocurrencies, di Indonesia kurang dari 2%.

 

Apa kegiatan Anda sebelum berkarya bersama Biido?

Sebelum mendirikan Biido, saya bekerja selama 6 tahun di sektor perbankan dengan posisi terakhir sebagai Senior Manager Digital Banking Business. Selain itu saya juga sempat terlibat beberapa project Bank diluar dari pekerjaan saya. Mungkin karena itu juga karier saya melejit cukup cepat. Seiring berjalannya waktu saya memutuskan untuk fokus di Biido dan meninggalkan karier saya di industri perbankan.

 

Apa hal yang bisa menginspirasi Anda saat beraktivitas?

Bagi saya life goals adalah hal yang bisa membuat saya terus berjalan kedepan. Semangat untuk menggapai tujuan hidup, menjadi orang yang lebih baik serta meninggalkan legacy yang akan tetap hidup walaupun disaat saya sudah tidak lagi hidup. “Live in the moment, forget about the past and don’t worry about the future” adalah hal yang mendorong saya untuk fokus dan terus memberikan yang terbaik di setiap aktivitas harian saya.

 

Siapa sosok yang dijadikan panutan dalam hidup & karier Anda?

Ibu saya adalah panutan hidup saya, sejak kecil beliau sudah menanamkan pentingnya keteguhan hati dan mengajarkan tentang kebaikan, kejujuran dan disiplin. Dan memang terasa sangat bermanfaat saat diterapkan di kehidupan saya sekarang. Tentang seni memimpin, saya banyak belajar dari sosok seperti Jack Ma dan Richard Branson, bagi saya kedua tokoh ini memiliki gaya kepemimpinan yang visioner dan kreatif.

 

Seperti apa suka dan duka yang dihadapi selama menggeluti karier Anda?

Mencari tim yang memiliki visi dan semangat yang sama adalah salah satu kendala paling utama, terutama di tengah minimnya pengetahuan tentang teknologi baru ini. Selain itu, mendorong tim untuk bisa memiliki frekuensi dan pace yang sama juga merupakan tantangan tersendiri. Namun karena sejak awal yang saya lakukan ini sesuai dengan passion, semuanya terasa menyenangkan.

 

Memiliki segudang kesibukan, apakah Anda menyisihkan waktu untuk aktif dalam kegiatan sosial?

Sejak tahun 2016 saya terdaftar sebagai donatur tetap di SOS Indonesia, dimana lembaga ini menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim di seluruh Indonesia. Selain itu saya juga terlibat dalam aktifitas Greenpeace Indonesia. Secara pribadi saya ingin bisa berkontribusi lebih untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk diri saya dan orang lain.

 

 


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

2 × five =