AHMAD RIEVA MUCHSIN – MR. JUMPER

Meski berlangsung singkat, percakapan seru dengan pria yang akrab disapa Rieva ini menjadi sangat berkesan. Disamping kesibukannya mendirikan perusahaan konsultan pribadi, ia selalu meluangkan waktu menjalankan hobinya travelling dan melakukan aktivitas sosial bersama Lovepink Indonesia. Kisah hidup dan langkah kakinya perlu Anda simak secara seksama untuk tahu secara betul siapa pria yang satu ini.

Boleh ceritakan mengenai kesibukan Anda saat ini?

Sekarang ini saya sedang membangun persahaan konsultan dengan nama Musin & Lawson Communication yang telah diluncurkan pada bulan Mei ini. Selain itu sejak tahun 2013 saya juga mengkontribusikan waktu saya sebanyak 8 jam setiap minggunya dalam sebuah organisasi bernama Lovepink Indonesia.

Boleh ceritakan sedikit mengenai Lovepink Indonesia?

Lovepink Indonesia merupakan sebuah foundation yang memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat luas, termasuk didalamnya para breast cancer survivor, atau yang biasa Lovepink Indonesia sebut dengan istilah “the warriors”, serta masyarakat luas mengenai cara menghadapi, mencegah dan menanggulangi kanker payudara tanpa melihat latar belakang apapun.

Mengapa Anda memilih terlibat dalam Lovepink Indonesia?

Saya memiliki seorang sahabat lama dan suatu hari saya menemukan bahwa Ia mengidap penyakit kanker payudara dan pada akhirnya Ia memulai sebuah komunitas yang terus berkembang menjadi Lovepink Indonesia. Suatu hari proposal dari Lovepink Indonesia diajukan kepada saya saat saya masih bekerja di perusahaan lain. Saat itu saya melihat hal ini adalah peluang baik untuk sedikit membagi hal yang telah kita peroleh dan saat itu lah saya mulai mendukung beberapa program dari Lovepink Indonesia. Saat itu pula saya merasa tertarik untuk terlibat langsung dengan foundation ini sebagai Strategic Source Specialist.

Berbicara tentang lifestyle, sejak kapan Anda mulai tertarik dengan timepieces? Bagaimana ceritanya?

Saya memiliki ketertarikan kepada jam tangan namun saya bukan seorang kolektor jam tangan. Menurut saya jam tangan merupakan sebuah statement dan juga sebuah aksesoris yang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Semua berawal ketika saya berumur 17 tahun saat ayah saya memberi jam tangan Rolex sebagai hadiah ulang tahun dan dari situ saya mulai menyukai jam tangan. Ketika saya bertumbuh dewasa, sekiranya saat saya berumur 25 tahun, saya semakin tertarik untuk mengumpulkan jam tangan. Jam tangan yang saya miliki tidak harus berasal dari brand besar, saya pernah membeli vintage pocket watch karena desainnya yang antik. Namun sekarang saya mulai menaruh jam-jam tersebut di e-bay untuk dijual kembali lalu hasilnya saya gunakan untuk investasi properti.

Tell us about some of the pieces in your collection!

Saya memiliki jam tangan dari beberapa brand seperti Bvlgari, G-Shock, Bell & Ross, Rolex, Cartier, IWC, Tag Heuer, Richard Mille, jam tangan favorit saya, dan beberapa grandfather clock vintage serta jam tangan vintage yang saya beli saat berjalan-jalan di kota kecil di Bruges dan Amsterdam.

How has your watch-collecting journey been? Any challenges?

No challenges, saat saya memilih jam tangan saya tidak melihat hal tersebut sebagai sebuah tantangan. When it’s my faith to own it, I’ll own it.

What’s so special about the watch?

I think the only thing you cannot buy back is time. Maka dari itu jam tangan benar-benar penting bagi saya sebagai sebuah apresiasi terhadap waktu yang telah saya habiskan dalam hidup.

Anda lebih memilih desain atau sejarah dan warisan dari sebuah timepieces?

More to the design. Pertama, saya akan secara hati-hati melihat desainnya. Kedua, saya akan memilih jam tangan yang desainnya coock dan nyaman bagi saya. Ketiga, saya akan memilih jam tangan yang langka tidak banyak orang mengenakannya.

Apakah Anda memiliki saran untuk mendapatkan jam tangan terbaik?

Apabila Anda hendak memilih sebuah jam tangan, pastikan jam tangan itu cocok dengan karakter Anda dan tidak hanya karena mengikuti tren saja.

So, collecting timepieces is hobby, fetish, side job, or what?

Sebuah investasi dan sebuah benda yang dapat menunjukan bagaimana saya sangat menghargai dan mengapresiasi waktu.


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three + 14 =