Aida Nurmala – Perjalanan Kolaborasi Industri Kreatif

Berdiri sejak tahun 1975 Studio One hadir di Indonesia sebagai brand pertama yang memperkenalkan baju-baju siap pakai karya desainer dalam negri untuk Industri fashion Indonesia. Tidak hanya membantu desainer dalam mengkomunikasikan produk atau karyanya, kala itu Studio One juga dianggap sebagai “sekolah” industri fashion. Perjalanannya pun telah menempuh kurun waktu 40 tahun dan 2 generasi. Kini generasi kedua dari Studio One, Aida Nurmala yang sekaligus Anak dari Pendiri yaitu Ibu Sjamsidar Isa (Tjammy) memegang teguh komitmen untuk terus mengembangkan bisnis ini kedalam langkah yang lebih luas lagi dan tentunya tetap konsisten untuk berkarya membangun industri mode tanah air.

 

Langkah 40 Tahun Studio One

Perjalanan 40 tahun Studio One bukan lah waktu yang singkat. Berbagai pembuktian telah dilakukan tentunya dengan komitmen bahwa kehadiran Studio One tidak hanya serta merta sebagai industri bisnis, melainkan lebih dari itu. Pada eranya dikenal juga sebagai sekolah bagi industri fashion Indonesia. Berjalannya waktu, telah 20 tahun lamanya Studio One di percayakan kepada Aida Nurmala, Anak dari Ibu Tjammy. Ada tanggung jawab yang besar yang diberikan kepada ke Aida, memastikan bahwa Studio One harus benar-benar berkontribusi untuk Indonesia, membantu desainer Indonesia, memberikan kesempatan generasi muda dengan bakat-bakat hebat yang terpendam untuk muncul dan memberikan udara baru bagi industri ini. Tidak hanya itu Studio One juga memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi-generasi baru dalam industri fashion. Mudah? Tentu tidak karena banyak rasa, pikiran, tenaga, waktu, dan komitmen yang dicurahkan.

“Di umur Studio One yang 40 tahun ini aku merasa kini kita lebih percaya diri, matang, berani, yakin, dan kita sudah tahu apa yang akan kita lakukan. Banyak arti dari umur 40 tahun, banyak tanggung jawab dan tugas yang harus dilakukan. 40 tahun ini juga menjadi refleksi akan sebuah kesuksesan. Dimasa Ibu Saya, 20 tahun yang silam Studio One sudah banyak melakukan hal-hal luar biasa. 20 tahun berikutnya ketika saya yang bertugas melanjutkan bisnis ini tentu harus lebih dari apa yang sudah Ibu lakukan, sehingga bisa bertahan dan melahirkan umur 40 tahun. Saya yakin untuk eksistensi ini perlu komitmen, konsistensi, dan juga kreatifitas ide-ide baru” ungkap Aida Nurmala.

Diumur baru ini tentu ada sesuatu hal baru diperkenalkan. Studio One berkembang menjadi digital content creator atau provider di dunia digital dengan menciptakan VISIONARE, Party Madness, dan Moonster yang menyediakan konten berupa video, foto, artikel, dari talenta-talenta kreatif Indonesia untuk industri fashion dan nightlife.

 

Industri Kreatif Adalah Jiwa

Beberapa tahun belakangan ini industri kreatif seakan menjadi fenomena bisnis yang menggairahkan bagi pegiat-pegiat bisnis dari berbagai sektor ekonomi. Industri kreatif juga merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia, sehingga tak heran jika muncul slogan bahwa “kreatifitas adalah ekonomi baru”. Alasannya adalah semakin meningkatnya bakat- bakat kreatif dalam negri yang mampu menciptakan karya atau produk kreatif bernilai jual tentunya keadaan ini diharapkan mampu membantu percepatan perekenomian Indonesia. Oleh sebabnya, industri kreatif tidak dapat dipisahkan daripada ekonomi kreatif.

Studio One meyakini hal ini, tetapi tidak hanya cukup melahirkan produk atau karya kreatif saja. Hasil dari industri kreatif ini harus memiliki jiwa, harus mampu melahirkan ide-ide baru.

 

Kontribusi Studio One

Jika dirangkai satu-satu tentu kontribusi Studio One bagi perkembangan industri fashion dan industri kreatif tidak sedikit. Telah banyak kesuksesan yang diraih. Salah satu contohnya adalah Studio One merupakan rumah bagi para perancangan Indonesia yang tergabung didalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI). Disini Studio One membantu perancang-perancang IPMI untuk mewujudkan impian mereka dalam menciptakan sebuah pagelaran busana yang meriah, kreatif, dan edukatif dari tahun 1986 hingga saat ini. “Penting diingat bahwa dinamika bisnis dan tren terus berjalan, jika melihat ke masa depan tentunya Studio One masih harus belajar, untuk mengembangkan diri demi membuahkan sebuah terobosan-terobosan di dalam konsep industri kreatif ”.

Studio One juga berpegang teguh akan keunggulan dari kolaborasi insan kreatif dalam negri. Studio One menyebutnya sebagai kolaborasi kreatifitas, memberikan kesempatan dan ruang kepada insan kreatif lainnya seperti fotografer, illustrator, film maker untuk bersama-sama menghadirkan sebuah konsep kreatif yang segar. Dan akhirnya sinergi yang baik inilah yang menjadi nilai unggul Studio One.

Aida Nurmala menjelaskan “Kesuksesan Studio One bukan hanya dilakukan oleh satu orang, banyak orang-orang kreatif yang terlibat. Eksekusi dan koordinasi yang baik dalam mendukung pergelaran fashion atau fashion show itu adalah kewajiban kita, karena selain koleksi atau karya fashion yang memang menjadi tanggung jawab desainer, kreatifitas konsep dan pertunjukannya pun harus dikemas dengan sempurna, inilah yang akhirnya membuat kita bisa bertahan. “its all about team work.”


Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

sixteen + 14 =