The Harmony of Métiers d’Art and Art de Vivre

Apa hubungannya antara pembuatan jam dengan kuliner? Pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh perusahaan prestisius asal Swiss, Blancpain SA. Bertempat di flagship store yang berada di Marina Bay Sands, Singapura, Blancpain mengundang media, beserta para kolektor jam, dan tamu kehormatan dalam acara yang digelar secara private, Métiers d’Art.

Lewat acara yang berlangsung pada tanggal 6 dan 7 November 2017 ini, Blancpain menyajikan sebuah konsep seni tingkat tinggi dalam pembuatan fine watch dengan penyajian kuliner berkelas yang dikenal dengan sebutan gastronomy. Hubungan kedua bidang ini dianggap memiliki kesamaan karena keduanya menggunakan teknik khusus dan tersendiri untuk menciptakan sebuah karya seni.

Mengajak chef kenamaan yang telah mendapatkan banyak penghargaan, Joël Robuchon, menjadikan acara ini berlangsung dalam suasana yang penuh decak kagum. Joël Robuchon sendiri merupakan chef yang selama lebih dari tiga puluh tahun terakhir telah banyak bekerjasama dengan perusahaan yang bernaung di bawah Swatch Group tersebut. Hal ini membuat Joël Robuchon sangat paham dengan apa yang diinginkan oleh Blancpain.

Dalam kesempatan ini, Blancpain menampilkan salah seorang ahli grafir mereka yang mempertontonkan kemahirannya dalam proses pembuatan ornamen pada fine watch dengan teknik hand-crafted. Teknik ini merupakan bagian dari tradisi turun temurun yang terus dipertahankan oleh Blancpain. Pada kesempatan selanjutnya, para tamu undangan juga bisa melihat bagaimana chef Joël Robuchon meracik dan menyiapkan makanan berkategori fine gourmet yang membutuhkan keahlian tingkat tinggi, serta kemampuan seni dalam penyajiannya. Sungguh sebuah konsep acara yang unik dan sangat menarik.

Apa yang ditampilkan dalam acara inilah yang menjadi benang merah, bahwa baik Blancpain maupun chef Joël Robuchon, sama-sama memiliki visi bahwa teknik dan keahlian merupakan bagian yang harus dimiliki dalam menciptakan sebuah karya yang bermutu dan tentu saja otentik. Sebuah teknik dimana keduanya membutuhkan berbagai macam bahan baku pembuatan dengan berbagai detil, serta memiliki citarasa seni yang tinggi, hingga menghasilkan suatu karya yang tidak pasaran melainkan mempunyai ciri khas tersendiri.

Untuk mempertebal hubungan antara watchmaking dan gastronomy, Blancpain mengadakan satu acara tambahan pada 9 November 2017, dimana beberapa tamu terpilih akan diundang untuk menikmati seni keduanya di restoran milik Joël Robuchon yang berlokasi di Sentosa, Singapura. Para tamu terpilih ini akan menikmati sajian makan malam dengan konsep 4-course dengan sajian yang sangat spesial. Diilhami dari koleksi ikonik Blancpain, seperti Truffe Blanche yang terinspirasi dari seri jam tangan wanita keluaran Blancpain, Homard, atau Boeuf Kagoshima yang merujuk pada seri Le Brassus. Selesai menikmati sajian tersebut, para undangan masih dimanjakan lagi dengan kesempatan menikmati berbagai koleksi Blancpain.

Blancpain yang merupakan brand jam tertua di dunia, memang terus berinovasi seiring dengan perkembangan jaman. Namun hal itu tidak merubah akar dari perusahaan yang berdiri pada tahun 1735 ini, yaitu kepercayaan bahwa tidak semua yang bersifat tradisional itu harus ditinggalkan. Dengan berpegang pada konsep menghormati tradisi craftmanship, terbukti Blancpain tetap berhasil menjaga nama besarnya. Lewat acara ini Blancpain ingin meyampaikan bahwa sebuah proses yang cermat tidak akan pernah memberi hasil yang buruk. Sebuah konsep yang merayakan Métiers d’Art sekaligus Art de Vivre yang pasti selalu seiring sejalan.


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

18 − 3 =