Dahlia S Asmat : Belajar Menulis dengan Bermain

Ketika pemerintah mulai menggalakkan Gerakan Pendidikan Anak Usia Dini Nasional di tahun 2011, lembaga yang menyajikan layanan pendidikan anak berusia 0-6 tahun segeramenjamur. Pendidikan anak usia dini adalah pondasi pengembangan anak yang berkaitan dengan karakter, kemampuan fisik (koordinasi mata dan tangan serta motorik kasar dan halus), kecerdasan (daya pikir, dayaingat, dan daya cipta), sosio-emosional (sikap dan perilaku), serta bahasa, dan komunikasi.

Kegiatan menulis sendiri adalah bagian pentingdalam perkembangan anak semasa sekolah, dimulai sejak Taman Kanak-Kanak (TK). Keahlian ini biasanyadicapai pada akhir kelas 1 SD.

Ada beberapa persyaratan yang perlu dikuasai sebelum mulai menulis, seperti motorik halus yang terlihat saat memegang alat tulis, koordinasi antara mata dan tangan, serta koordinasi antara kedua belah tangan.

Selain itu, siswa perlu memahami peraturan menulis,seperti memulai dari kiri ke kanan dan atas ke bawah,mengenali bentuk huruf, serta kecerdasan dalam mengikuti instruksi dan memahami kata petunjuk tempat seperti “di atas”, “di bawah”, dan “di samping”.

Dalam belajar menulis, metode menyalin dan menulis kursif sudah berkurang popularitasnya. Ahli tumbuh kembang anak memahami bahwa kemampuan fisik seorang siswa perlu diasah sejak dini melalui kegiatan-kegiatan motorik lainnya sebelum ia siap menulis. Sama halnya dengan menjahit, meronce, mewarnai, melipat, dan menggunting, menulis membutuhkan keahlian motorik halus, yang perkembangannya didahulukan oleh keahlian motorik kasar.

Motorik kasar melibatkan pergerakan otot besar yang dibutuhkan untuk berdiri, berlari, dan melompat, yang penting dikuasai oleh anak berusia dini.

Nah, bagaimana orangtua dapat membantu perkembangan motorik sang anak di rumah agar siap untuk menulis di sekolah?

Sebelum anak belajar menulis, orangtua perlu memberikan stimulasi kepada anak untuk mengembangkan kemampuan motorik dasarnya. Apabila anak sudah menguasai penggunaan otot besar, orangtua dapat membantu perkembangan otot kecil yang menggerakkan tangan dan jarinya melalui permainan atau kegiatan yang menarik.

Dahlia S Asmat
BACCARAT INDONESIA 06.pdf - Adobe Reader

Pengusaha properti dan pencinta seni & budaya Indonesia ini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan dan pendidikan anak-anak. Dalam ranah pendidikan dan perkembangan anak, ibu dari tiga putera-puteri yang menyandang Master in Business Administration ini berafiliasi dengan Mimi Institute, serta mendapatkan sertifikasi sebagai special education teacher /shadow teacher, khususnya untuk pendidikan inklusi, anak dengan penyandang autisme dan ADHD, serta manajemen kelas inklusi.

Silakan baca artikel sejenis di majalah Baccarat Indonesia


Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*