Deli Makmur – Membangun Integrasi Industri Fashion & Lifestyle

Muda dan Berkarya. Mungkin dua kata ini cukup kuat untuk menggambarkan sosok seorang Deli Makmur. Bergelut dalam industri komunikasi, mode, dan gaya hidup dalam waktu yang cukup lama membuat dirinya semakin akrab dengan dunia ini. Dunia yang menghantarkannya kepada sebuah inspirasi dan semangat untuk maju dan melirik masa depan ke arah yang lebih jauh lagi. Dengan pengalaman dan jam terbang yang telah ia miliki, pada tahun 2005 Deli Makmur memantapkan langkah untuk keluar dari jalur profesinya dan memilih mendirikan perusahaan pribadi. Sebuah perusahaan yang memberikan jasa integrasi komunikasi dan pemasaran untuk industri fashion & lifestyle yaitu FAME 74 dan disusul dengan Fashion First.

 

Sukses Itu Pengalaman Hidup

Menoleh ke masa lalu, Deli Makmur bercerita. “Saya tidak terlahir dari keluarga kaya raya, dulu Ayah saya seorang supir angkot, yang setiap harinya bekerja keras dan mengumpulkan uang untuk dapat merubah keadaan keluarga. Uang yang ayah kumpulkan ternyata cukup untuk membuat sebuah toko kecil, dan sejak itu ayah berhenti menjadi supir. Semenjak memiliki toko, sepertinya tiada hari tanpa bekerja, dari kerja keras itulah Ayah membiayai seluruh kebutuhan kami, biaya sekolah, dan hal lainnya. Ayah pribadi yang tidak banyak bicara, tetapi perjuangan yang ia lakukan untuk keluarga tersirat sebuah pelajaran besar dalam hidup saya, bahwa jika ingin merasakan kesuksesan maka kerja keraslah kuncinya”. Setelah bekerja kurang lebih 10 tahun di berbagai perusahaan yang bergerak di bidang industri advertising, Deli Makmur akhirnya memutuskan keluar dan mencoba untuk membuat perusahaan sendiri yaitu FAME 74 dan disusul dengan Fashion First. Disini bersama dengan tim yang telah dibentuknya ia fokus pada pengerjaan jasa integrasi komunikasi dan pemasaran untuk industri mode dan gaya hidup, serta hal-hal terkait di dalamnya. Dan ini adalah pekerjaan yang juga sesuai dengan passion dirinya, walaupun pada awalnya mengaku “kecebur” dalam industri ini walaupun sebenarnya secara latar belakang komunikasi bisnis masih sejalan, tetapi akhirnya networking dan jaringan bisnis yang terus berkembang, bidang inipun ditekuni dengan sangat serius.

 

Membangun FAME 74

Bisa dibilang FAME 74 dan Fashion First lahir dari sebuah pemikiran dan inovasi untuk industri komunikasi, fashion, dan gaya hidup. Walaupun sebenarnya yang dikerjakan tidak melulu dari industri fashion, FAME 74 juga menjadi konsultan untuk industri yang berbeda dengan pendalaman yang juga berbeda. Untuk pengerjaanya pun berbeda, mulai dari consumer insight-nya seperti apa, strategi komunikasinya bagaimana, communication tools apa yang akan digunakan, semua berbeda. Tentunya bagi seorang yang bergerak di bidang bisnis ini adalah tantangan yang positif karena dari ini kita dapat mempelajari pendekatan yang berbeda dan pengalaman yang baru. Seperti salah satu contoh, untuk mengelola penguatan merek banyak cara yang bisa dilakukan salah satunya adalah instrumen public relation (PR), tetapi apakah PR itu selalu penting dalam membangun brand image? Mungkin saja tidak, karena metode komunikasi lainnya seperti advertising, event, dan lainnya bisa saja lebih berpengaruh daripada PR. Semua tergantung dari apa dan siapa produk yang akan di perkenalkan. Dan inilah yang dilakukan oleh FAME 74, disini kami mencoba untuk melakukan pemetaan di setiap produk yang akan diperkenalkan mulai dari bisnis komunikasi nya, target marketnya, tujuan yang ingin dicapai, yang semua nya ditentukan oleh DNA dari brand itu sendiri. Hingga akhirnya tercipatlah sebuah terobosan yang berbeda, yang mampu memberikan efek kepada penguatan brand yang menggunakan jasa FAME 74. “FAME 74 itu berbeda dengan agensi komunikasi lainnya, disini kami mencoba untuk fokus pada pengembangan industri fashion & lifestyle, dimana kebanyakan agensi melakukan generalist approach. Kualitas dan kepuasan klien adalah tolak ukur kesuksesan kami, sehingga dari kualitas yang dihadirkan tersebut mampu membuat FAME 74 bertahan hingga sekarang. Untuk kedepan tantangannya bagaimana membuat keberlanjutan bisnis dan menemukan successor untuk kedepannya” tegas Deli Makmur.

 

Fashion First Wadah Untuk Desainer Indonesia

Fashion first itu pertama kali diperkenalkan kepada pencinta fashion tahan air pada tahun 2007. Fashion First ini merupakan sebuah project yang berawal dari kompetisi entrepreneurship. Salah satu reward nya adalah dapat berkunjung ke London dan mempelajari industri fashion disana. “British fashion sangat fokus dalam pengembangan bakat-bakat desainer muda. Disina mereka melakukan regenerasi untuk lakon-lakon industry fashion berikutnya. Pada saat itu aku belajar darisana, aku melihat bahwa sudah saatnya kita memiliki wadah untuk menyatukan bakat fashion generasi muda, dan terbentuklah Fashion First dimana kita membantu fashion designer untuk memasarkan produk mereka, dan membuat konsep serta strategi PR nya seperti apa” jelas Deli Makmur. Aku melihat kita belum punya wadah untuk menampung young fashion designer pada saat itu dan akhirnya terwujudlah fashion first. Untuk saat ini, cukup untuk mempertemukan desainer dengan konsumennya.


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

10 − eight =