Hendra Nugraha – Multitalented Man with a Big Heart

Setelah 14 tahun berkiprah dan membawa nama harum Celebrity Fitness First di kancah nasional maupun internasional, kini Hendra Nugraha merambah ke bisnis baru di bidang kuliner, hospitality and lifestyle consultant, dan Bit Coin yang semuanya sangat menjanjikan. Saat ini Hendra Nugraha merupakan Owner dan Co-founder dari La Boulangerie Parisienne dan Wolf Syndicate Indonesia

 

Teks: Fivi Anjarini Fotografer: Harry Wibawa

 

Ceritakan tentang diri Anda!

Awalnya, saya berkarier di perhotelan sekitar 8 tahun setelah lulus dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, dan menghabiskan 14 tahun berikutnya di dunia lifestyle dengan menjadi brand activator merek fenomenal di Indonesia-Malaysia, Celebrity Fitness (jabatan terakhir sebagai VP Founder, Brand and Marketing Communications). Celebrity Fitness telah meraih prestasi 10 tahun berturut-turut sebagai Top Brand nomor 1 tahun 2008–2017, Forbes Global Brand 2015, Fronst and Sullivan Award, Netizen Best Brand, dan lainnya. Saya menyukai seni, budaya Indonesia, dan film serta gemar bernyanyi sampai mengeluarkan album rekaman bersama teman vocal group. Saya suka olahraga ekstrem tapi suka badminton juga. Saya seorang lifestyle brand observer dan sedang menyiapkan program lifestyle di TV swasta. Saya memiliki networking yang baik di dunia lifestyle brand dan saya sangat percaya bahwa ‘your network is your networth’, jaringan kerja adalah aset murni modal usaha kita.

 

Jelaskan tentang bisnis baru tersebut!

Saya bersama partner yang lain menjadi owner sekaligus Co-Founder La Boulangerie Parisienne (LBP), coffee shop cantik bergaya Paris di Kuta, Bali, dan menjual menu andalan beragam croissant, house blend coffee, dan all dining Prancis. Saya juga Co-Founder dari Wolf Syndicate Indonesia, jasa konsultan yang mengkhususkan pada bidang hotel brand concept, membantu pemilik hotel menciptakan hotel dengan konsep yang diinginkan tanpa harus menggandeng jaringan hotel lokal/internasional sebagai operator. Saya pun bersama teman-teman sedang membagun usaha di bidang Cryptocurrency (Bit Coin) dengan mendirikan exchange company bernama BIIDO (Bitcoin Indonesia). Di sini saya sebagai branding and lifestyle advisor.

 

Mengapa beralih dari dunia kebugaran ke bisnis kuliner dan hospitality?

Setelah Celebrity Fitness merger dengan fitness center lain, saya memutuskan untuk keluar. Rasanya terlalu lama berada di zona nyaman bisnis kebugaran. Ini berbahaya dan akan membuat saya tidak kreatif lagi. Saya melihat momentum ini sebagai tantangan untuk berdiri sendiri dan membuktikan dari nol bahwa saya mampu melahirkan sebuah gaya hidup di dunia kuliner dengan LBP karena saya sangat suka sekali dengan kopi, croissant, dan Paris serta memulai cara baru untuk hotel branding bagi pemilik hotel dengan WSI. Core saya di dunia perhotelan masih kencang dan di kedua aspek ini peluang masih sangat besar

 

Apa tantangaan di kedua bisnis tersebut? 

LBP sangat berat karena bisnis coffee shop di Bali  sangat brutal. Jika tidak memiliki konsep kuat, produk berkualitas, lokasi dan harga yang tepat, serta kurang promosi, maka akan tamat usaha kita. Tantangannya adalah bagaimana LBP bisa menjadi tempat bagi gaya hidup bergaya Parisian. Kompetitor tidak segan-segan berinvestasi dengan jumlah besar dan selalu siap membuat bisnis ini mati jika kita tidak memiliki semua keunggulan tadi. Untuk WSI, tantangannya adalah mindset para pemilik hotel yang sudah terlalu lekat dengan pemahaman bahwa bikin hotel harus menggandeng hotel chain. Jadi, bagaimana kita bisa meyakinkan para pemilik hotel agar yakin bahwa dengan memiliki brand book sendiri, maka mereka akan jauh lebih untung secara finansial dan juga berpotensi besar membangun kerajaan grup hotel sendiri. WSI sangat unik dan sangat jarang ada di Indonesia, bahkan di dunia. Namun, kami akan selalu siap jika hadir kompetitor nantinya.

 

Bagaimana strategi bisnis ke depannya dan menghadapi persaingan?

Memperkuat dan mempertahankan Positioning, Differentiation, dan Branding dari LBP dan WSI. Lalu, membuka cabang baru LBP dengan konsep franchise di kota-kota potensial, seperti Bandung, Jakarta, dan Medan. Selain itu, terus kreatif dalam inovasi produk dan pelayanan dari kedua bisnis serta strategi branding dan marketing communications yang edgy menyesuaikan zaman dan tren. Untuk menghadapi persaingan, kami harus selalu awas dengan yang dilakukan pesaing, tanggap dengan keinginan pasar, responsif melihat tren bisnis ke depan, dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar. Yang terpenting adalah lakukan segalanya dengan fun. Kalau tidak ada fun, maka akan bosan.

 

Apa rencana bisnis Anda ke depan?

Saya ingin membesarkan LBP dan WSI hingga memiliki nilai dan ekuitas yang tinggi. Selain itu, saya ingin membangun bisnis baru di area perkantoran yang masih ada hubungannya dengan kopi, yaitu Beanocular Coffee di Jakarta di bulan April 2018 dan meluncurkan BIIDO di bulan yang sama.

 

Kegiatan sosial apa yang pernah Anda ikuti?

Membantu La Jacinthe, organisasi di Surabaya yang membantu orang-orang tidak mampu agar dapat berkarya dengan mempelajari kerajinan yg terbuat dari eceng gondok agar nantinya mereka bisa memiliki usaha sendiri. Selain itu, saya juga aktif sebagai pengurus di Indonesia Jetsport & Boating Association (IJBA), dan sedang membantu promosi olahraga dan atlet-atlet jet ski-nya menuju Asian Games 2018. Dan juga aktif membantu di beberapa situs online charity. Jika memang ada yang layak dibantu, maka pasti saya akan langsung bantu dengan mentransfer dana.

 

 


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

sixteen + six =