Inspiring Women : Manjusha Nusantara

Jatuh cinta pada perhiasan tradisional Indonesia, Ina Symonds, Ria W. Glenn, Terry W. Supit, dan Yasmin Wirjawan sepakat untuk melestarikannya. Mereka mendirikan Manjusha Nusantara dengan tujuan mengajak para perempuan Indonesia untuk mengenal, menghargai, dan menggunakan perhiasan kuno Indonesia sebagai bagian dari fashion sehari-hari.

Bagaimana awal mula berdirinya Manjusha Nusantara?

Terbentuk tahun 2011, berdiri karena pertemanan dan minat yang sama akan perhiasan tradisional indonesia. Arti Manjusha sendiri adalah kotak perhiasan. Kami melihat begitu banyak perhiasan tradisional Indonesia yang mulai tidak dikenal, padahal ragamnya luar biasa. Bahkan tak sedikit perhiasan yang sudah susah ditemukan lagi, dan tidak bisa dibuat karena teknik pembuatannya sudah hilang atau dilupakan. Seperti halnya wastra Indonesia, perhiasan memiliki makna dan filosofi serta teknik pembuatan yang unik, serta sering kali hanya ditemukan di daerah tertentu saja.

Tiga kata yang mewakili karya Manjusha Nusantara?

Beauty, style, and heritage.

Bagaimana proses pembuatan perhiasan Manjusha Nusantara?

Setiap kali mengeluarkan koleksi baru, kami selalu melakukan riset terlebih dulu, seperti mencari literatur dan keterangan dari buku,pergi ke museum, atau bertanya langsung kepada orang daerah setempat. Kemudian, kami memilih perhiasan yang akan kami buat replikanya.

Perlu dijelaskan bahwa kami bukan desainer, melainkan pembuat replika perhiasan tradisional. Hingga kini kami telah membuat beberapa koleksi mulai dari Swarnadwipa, Peranakan, Sulawesi, dan yang terakhir adalah koleksi Jawa klasik-Kalingga, yang merupakan reinterpretasi kami akan perhiasan Jawa abad 7-8 Masehi.

Bagaimana strategi penjualannya, adakah kerjasama dengan yayasan tertentu?

Saat ini kami bekerjasama dengan galeri atau toko yang memiliki visi dan misi yang sama, yaitu memperkenalkan dan membantu melestarikan hasil budaya Indonesia, seperti Galeri Hadiprana, Kunstkring, Dia.Lo.Gue, dan Alleira Batik. Selain itu, kami aktif mengikuti beberapa pameran baik di dalam maupun di luar negeri yang bisa membantu kami untuk menyebarkan kecintaan dan kebanggaan akan perhiasan Indonesia.

Apakah koleksi Manjusha ini juga dipasarkan ke luar negeri?

Untuk sementara ini kami lebih berkonsentrasi ke pasar dalam negeri.

Apa tujuan lain yang ingin dicapai selain memperkenalkan budaya Indonesia?

Pemberdayaan pengrajin perhiasan. Banyak sekali pengrajin turun temurun yang akhirnya tidak lagi berkarya karena tidak ada pesanan untuk membuat perhiasan.

Tentunya hal ini merupakan kerugian besar bagi kita semua. Karena biasanya pengrajin yang seperti ini memiliki keahlian unik dan pengetahuan yang hanya dimiliki oleh keluarganya, sehingga jika tidak lagi menjadi pengrajin perhiasan, maka seluruh teknik dan pengetahuan akan hilang dan punah.

Silakan baca artikel sejenis lainnya di majalah Baccarat Indonesia


Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

four + four =