Nina Ernawaty Sulaeman – The Japanese Way

Membangun kariernya yang berfokus pada pendidikan bahasa Jepang bersama usaha yang sudah dibangunnya, Nina Ernawaty Sulaeman, sosok entrepreneur muda yang juga pernah menjadi brand ambassador dari sebuah produk kecantikan asal Jepang, Meiji Sakura Collagen ini juga banyak mendapat ilmu dan pengalaman setelah bekerja bersama PT. Meiji Indonesia. Memulai kariernya dalam sebuah perusahaan Jepang di Indonesia yang mengajarkannya ilmu disiplin dan ketangguhan, ia tidak berhenti untuk belajar dan menimba ilmunya dengan mengambil pendidikan lanjutan S2 Business Management untuk mendukung cita-citanya menjadi entrepreneur sejati. Tidak sampai situ, kini wanita kelahiran 22 Mei 1992 ini juga sedang memasuki persiapan pendidikan PhD di Kansai University di tengah kesibukan karier dan bisnis yang ia bangun.

 

Fotografer Karina Yasmine

Stylist Iwan Latief

Make Up Artist  Sisilia Andrea

Hairdo Regie

 

Apa saja project dan kegiatan yang sedang Anda jalani saat ini?

Saya memiliki usaha bernama PT. Abadi Guna Nusantara Sejahtera yang lebih bergerak di bidang pendidikan. Pertama saya melayani jasa penerjemah bahasa Indonesia-Jepang atau menjadi Japanese Interpreter, kemudian saya menjadi guru bahasa Jepang dan disitu saya juga menyalurkan guru-guru bahasa Jepang lainnya untuk mengajar. Yang ketiga, saya mempunya exclusive private tour guide ke Jepang bernama Japankoncomlaku yang memiliki point of differentiation dengan kompetitor, yaitu bukan hanya jalan-jalan ke tempat wisata, namun menawarkan Japanese amazing adventure.

 

Seperti apa biasanya rutinitas harian Anda sebagai seorang entrepreneur muda?

Rutinitas harian saya biasa dawali dengan meeting pagi di setiap Senin untuk mengumpulkan progress pekerjaan, di siang hari bertemu klien di luar, dan klien yang memang mau bepergian ke Jepang akan saya temui untuk mencari tahu ingin kemana saja dan biasanya kliennya sudah pernah pergi ke Jepang dan ingin mencoba hal baru. Disinilah ranah saya, untuk memberikan perjalanan yang benar-benar diinginkan klien. Kemudian di sore hari hingga malam saya kuliah di S2 Binus International University dari Senin hingga Jumat. Untuk Sabtu biasanya diisi dengan olahraga dan acara keluarga, sementara Minggu saya mengajar bahasa Jepang untuk para expatriate.

 

Turut menjadi bagian dari promosi produk Meiji Sakura Collagen dari sebuah brand besar asal Jepang, seperti apa pengalaman yang Anda dapatkan?

Saya dipilih menjadi model di Meiji Sakura Collagen, dimana melibatkan brosur foto, promosi-promosi jadi saya tidak pure mengikuti seluruh aktivitas, saya membatasi diri untuk kontrak foto saja, namun jika ada event besar saya diundang untuk berpartisipasi dan saya biasa melakukan tutorial cara pengaplikasiannya melalui Instagram. Pengalamannya cukup menarik karena memang produknya sangat bagus, dan ketika saya bisa menerangkannya kepada para pengguna, rasanya puas dan senang saja, so it really works buat meningkatkan kadar kolagen di wajah, khususnya setelah saya menggunakannya selama 2 tahun ini.

 

Siapa sosok yang dijadikan panutan dalam hidup dan karier Anda?

Saya terinspirasi guru SD saya. Saya lahir di Cilacap dan saat itu saya memiliki guru SD favorit dan dari situ saya bercita-cita sejak kecil ingin menjadi guru, karena tujuannya yang mulia dan bisa membuat anak-anak mengerti apa yang dijelaskan. Kemudian dari SMA, saya melanjutkan ke Universitas Negeri Jakarta mengambil jurusan pendidikan Bahasa Jepang untuk membulatkan tekad mengejar cita-cita sejak kecil agar mendapatkan licensees menjadi guru.

 

Menurut pandangan Anda apa saja hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang entrepreneur? 

Menjadi seorang entrepreneur itu tidaklah mudah, kamu harus bisa menciptakan sebuah bisnis yang memiliki point of differentiation yang bisa Anda tawarkan ke orang. Contohnya saya tidak mau memiliki private tour ke Jepang hanya berjalan-jalan ke Osaka castle, Tokyo Disneyland, Universal Studio, itu kan sudah banyak sekali. Nah di situ saya berpikir keras dan brainstorming untuk mencari point of differentiation saya dengan kompetitor. Jadi yang paling penting adalah kita harus brainstorming mengenai bisnis apa yang benar-benar kita ingin hasilkan, kemudian point of differentiation untuk bisa diterima dan mendapatkan profit yang sesuai dengan kehendak kita.

 

Seperti apa suka dan duka yang dihadapi selama menggeluti karier Anda?

Suka dukanya banyak sekali. Dukanya saat bekerja di perusahaan Jepang yang sangat disiplin, sudah harus masuk jam 8 pagi, lalu 45 menit waktu istirahat dan agak sungkan untuk pulang duluan sebelum atasan saya pulang. Tapi disitu saya merasa dilatih untuk disiplin, ya menjadi duka sekaligus suka, negatif dan positif. Sementara dengan 3 pekerjaan saya sebagai Japanese interpreter, teacher dan private tour guide, kadang dengan usia saya yang masih muda, orang tidak percaya dengan kapabilitas dan kemampuan saya, seperti hanya bermain-main dan tidak profesional. Seringkali di-underestimate sebelum pernah menanyakan, tapi setelah bekerja sama dengan saya, baru merasa sangat puas, dan itulah yang membuat saya bahagia. That’s why I love my job now.

 

Memiliki segudang kesibukan, apakah Anda menyisihkan waktu untuk aktif berkegiatan sosial?

Harus punya waktu untuk kegiatan tersebut. Karena saya percaya akan adanya balance life. Kebetulan mengikuti arisan-arisan sosialita, dan disitu bukan hanya senang-senang, kumpul-kumpul, tapi kita juga melakukan CSR dengan Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia, charity ke panti asuhan, pengumpulan dana bila ada bencana alam dan kemudian kita salurkan.

 

Seperti apa persiapan Anda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 di Kansai University?

Saya baru saja menyelesaikan S2, dan di tanggal 26 Maret lalu saya berangkat ke Kansai University untuk mengambil program PhD di jurusan pendidikan bahasa Jepang. Namun awalnya di Kansai University, kita harus melakukan research untuk menentukan apa desertasi kita, kemudian di drill lagi bahasa Jepang saya sudah bagus apa belum, akan latihan dulu selama 6 bulan, kemudian di drill lagi desertasi kita masuk atau tidak. Selanjutnya baru masuk program PhD yang harus benar-benar serius. Saya juga masih memikirkan karena PhD itu kan harus menciptakan suatu hal yang benar-benar baru, dan memang sangat tidak mudah apalagi ketika melanjutkannya di negeri Sakura yang menggunakan bahasa Jepang. Memang saya sudah cukup lancar berbahasa Jepang, namun karena bahasa ibunya adalah bahasa Indonesia, kadang masih suka lupa, tapi saya tetap semangat!

 

Apa kegiatan Anda sebelum sekarang beraktivitas bersama PT. Abadi Guna Nusantara Sejahtera?

Sebelumnya saya bekerja di PT. Meiji Indonesia selama kurang lebih dua setengah tahun, sebagai Business Development, kemudian menjabat menjadi Marketing Over The Counter dari produk-produk kecantikan Meiji Sakura Collagen dan Babydex-A. Lalu saya kuliah S2 di Binus International University. Karena jadwal kerja, kuliah dan sedang memulai PT, ternyata semuanya terasa terlalu berhimpitan, jadi saya harus mengalah dan memilih resign dari kantor Meiji.

 

Seperti apa kesan yang paling spesial dan menarik bagi Anda akan Jepang?

Saya sudah bolak-balik Jepang at least 9 tahun lamanya, dan tidak ada kata bosan untuk pergi ke Jepang. Kesan yang paling menarik adalah attitude orang-orang Jepang yang ramah dan baik. Tempat wisata yang menarik dan makanannya pun sangat lezat. Hal itu menjadikan Jepang menjadi destinasi tempat yang sering dikunjungi warga asing dan merasa bersyukur karena bisnis saya berkaitan dengan Jepang. Lancar terus jadinya.

 

Tidak asing dengan pariwisata Jepang, kawasan mana yang paling Anda sukai disana?

Semua kawasan di Jepang sudah pernah saya kunjungi. Kawasan yang paling sukai adalah Osaka, karena saya tinggal lama disana. Osaka itu layaknya Surabaya-nya Indonesia, tidak terlalu crowded, kemana-mana gampang, sementara di kota urban kan seperti Tokyo sudah sibuk masing-masing. Dan Osaka itu tidak desa-desa banget, kemana-mana dekat untuk adventure.

 

What’s your next plan?

Setelah nanti saya lulus PhD selama empat setengah tahun, saya akan pulang ke Indonesia dan saya akan membuka sekolah bahasa Jepang di Indonesia. Saya ingin  mengajarkan bahasa Jepang ke orang-orang Indonesia, karena bahasa Jepang menarik untuk dipelajari apalagi jika kita menyukainya. Semoga rencana ini bisa dikabulkan dan bisa dilancarkan ya. Wish me luck!

 

 

 

 

 


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

19 − eleven =