RGP Team

SETELAH MENGIKUTI BERBAGAI SEMINAR DAN WORKSHOP DARI SEORANG FOTOGRAFER SENIOR, PARA PENGGEMAR FOTOGRAFI INI MENGGABUNGKAN DIRI DAN SALING BERTUKAR ILMU DEMI MENINGKATKAN SKILL FOTO DALAM SEBUAH KOMUNITAS. ROY GENGGAM PHOTOGRAPHY (RGP) TEAM MEMBUKTIKAN BUKAN KAMERA YANG MENYATUKAN MEREKA, MELAINKAN KECINTAAN MENGABADIKAN MOMEN DAN OBJEK. BERIKUT PERBINCANGAN BACCARAT INDONESIA DENGAN ROY GENGGAM DAN TEMAN-TEMAN DARI RGP TEAM.

Bagaimana komunitas ini terbentuk?

Roy Genggam: Sebagai fotografer, saya kerap memberikan materi seminar dan workshop. Awalnya, saya sering menerima banyak penyuka fotografi yang ingin belajar teknik dari saya. Para peserta ini suatu hari bilang ingin mengadakan acara kumpul-kumpul di studio saya di kawasan Cirendeu, Tangerang. Rupanya tanpa sepengetahuan saya, mereka membuat sebuah grup di facebook dengan menggunakan nama saya, Roy Genggam Photography Team. Setiap akhir bulan atau dua pekan sekali komunitas ini bertemu, belajar teknik foto, sharing, dan sebagainya.

Eko Purnomo: Berawal dari tahun 2010, saat itu saya mengikuti seminar bertema fashion photography dari Mas Roy. Setelah itu, saya terpikir untuk membuat sebuah grup komunitas di facebook. Dimulai dari 15 orang yang sebagian merupakan sesama peserta seminar, lama kelamaan bertambah peminatnya.

Berapa jumlah anggota grup tersebut sekarang?

Eko Purnomo: Saat ini hampir mencapai 600 orang dari seluruh Indonesia, itu yang ada di facebook. Para anggota tersebar di seluruh propinsi. Untuk yang tinggalnya berdekatan atau masih satu wilayah kadang bisa bertemu langsung.

Roy Genggam: Saat bikin acara di studio, mereka datang dari berbagai kota. Di sosial media, para anggota saling berbagi foto dan aktif mengomentari. Anggotanya sangat beragam, mulai dari yang masih sekolah hingga yang berprofesi sebagai dosen, bahkan ada yang terbilang sudah tua.

Apa saja aktivitas yang dilakukan?

Roy Genggam: Biasanya kami melakukan hunting foto bareng ke sebuah tempat wisata menarik. Selain sharing, saya juga beberapa kali mengundang fotografer senior lain yang juga kolega saya untuk berbagi informasi dan memberikan pelatihan workshop di sini. Biasanya sebulan sekali atau dua kali.

Meskipun sejak dua puluh tahun silam saya fokus di fotografi komersial atau advertising, RGP tidak membatasi jenis fotografi para anggotanya. Ada yang menyukai fotografi landscape, wild life, flora fauna, model, jurnalistik, dan ragam lainnya. Karena sebenarnya fotografi di mana-mana sama. Fotografi hanyalah sebuah bahasa yang digunakan untuk menyampaikan apa yang mau kita ekspresikan lewat visual.


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*