Wanda Ponika: Quality Come First

Terjun ke dunia perhiasan adalah sebuah ketidaksengajaan baginya. Bermula ketika usia 17 tahun ia menjadi juara 2 dalam lomba desain yang diadakan oleh Indonesia Design Competition yang diselenggarakan oleh APPMI. Hingga dirinya lanjut mengikuti Asia Design Competition.

Dalam kompetisi ini, ia diminta untuk menciptakan serangkaian koleksi pakaian berikut dengan aksesorisnya seperti tas, sepatu dan perhiasan. Tak disangka-sangka dirinya berhasil memenangkan “The Best Accessories Designer”.

Ceritakan mengenai kesibukan Anda saat ini?

Saya fokus di Wanda House of Jewels, terutama dari sisi kreatif, karena dunia desain itu sangat dinamis. Saya ingin tetap menghasilkan karya-karya yang bernafaskan Indonesia tetapi dalam kemasan internasional. Ciri khas dari desain saya, misalkan satu item bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti sebuah bros yang bisa menjadi pendant ataupun hair piece.

Di Wanda House of Jewels perhiasan-perhiasan yang kami produksi dikerjakan oleh tim kreatif kami yang seluruhnya orang Indonesia, mulai dari desain hingga menjadi sebuah finished item. So, this is proudly made Indonesia.

Anda memutuskan untuk rebranding brand Anda yang semula Flawless Jewelry menjadi Wanda House of Jewels. Mengapa?

Ketika pertama kali saya membangun bisnis ini banyak terjadi trial & error. Ini adalah sebuah pembelajaran untuk saya, hingga akhirnya saya mempelajari bahwa nilai paling berharga dari bisnis ini adalah saya harus memiliki ciri khas yang kuat, baik dalam service maupun desain, di mana hal itu kami perkuat dan pertajam ketika melakukan rebranding menjadi Wanda House of Jewels. Perubahan nama ini pun otomatis juga turut mengubah keseluruhan segi produk dan desain.

Bagaimana kiat Anda dalam memasarkan jewelry di Indonesia?

Kuncinya adalah kita harus mengerti selera dan demand dari para pecinta fashion dan perhiasan di Indonesia. Namun, kita juga sebagai seorang desainer harus bisa mengarahkan, mengedukasi sekaligus memahami psikologis dari setiap klien.

Itu sangat penting dan memang dibutuhkan ekstra kesabaran untuk menemukan style yang benar-benar disukai dan sesuai dengan taste mereka. Terutama untuk costum design, harus disesuaikan dengan selera dan personality mereka. Saya percaya bahwa seindah apapun jewelry itu kalau yang mengenakannya tidak nyaman atau tidak percaya diri, maka tidak akan terlihat sempurna.

Brand image seperti apa yang Anda sampaikan kepada para klien?

Sehingga konsumen Anda merasa eksklusif dan selalu tertarik untuk membeli dan mengoleksi. Wanda House of Jewels dan tim harus bisa melayani setiap pelanggan dengan hospitality yang benar-benar dari hati.

Dan memang untuk fine jewelry memiliki tingkat kesulitan yang jauh di atas aksesoris, karena setiap detailnya harus sangat diperhatikan mulai dari workmanship kehalusan pengerjaannya hingga material terbaik yang kami gunakan mulai dari diamond quality.

Kami hanya menggunakan diamond yang terbaik, D to F color, terutama untuk Ponika signature collection kami menggunakan D color. Kemudian juga menggunakan mutiara dengan kualitas terbaik juga precious stones lainnya.

Anda juga turut aktif dalam kegiatan sosial. Mengapa Anda tertarik pada aktivitas tersebut?

Pengalaman hidup saya yang membuat saya lebih terdorong untuk melakukan aktivitas sosial, karena selama 10 tahun saya menemani suami dan adik saya yang sempat terkena kanker beberapa kali, dan bersyukur sekali mereka sekarang sudah sembuh.

Tetapi, apa yang saya alami tersebut membuat saya lebih peka dengan kesulitan orang-orang di sekitar saya, terutama yang menyangkut dengan hal kesehatan. Di Wanda House of Jewels kami menghadirkan beberapa desain khusus yang 100% hasil penjualannya kami dedikasikan kepada wanita dan anak-anak.

Kami membantu biaya operasi untuk anak-anak yang terlahir dengan cacat jantung bawaan melalui Yayasan Jantung Indonesia. Belum lama ini kami bersama Yayasan Kanker Payudara Indonesia juga memberikan mamografi gratis kepada lebih dari 2000 perempuan prasejahtera yang ada di Jakarta.

Apa rencana bisnis Anda pada tahun 2017 ini?

Fokus untuk melahirkan karya-karya yang terbaik, menjaga loyalitas dengan klien dan mengedukasi mereka, karena saat ini masih banyak yang belum mengerti atau tidak mau tahu mengenai kualitas dari sebuah perhiasan.

Saya ingin sekali membawa Wanda House of Jewels untuk go international, membawa karya anak bangsa ini keluar untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya sebagai penghasil raw material tapi ada fine jewelry-nya, workmanship-nya, nilai seni dan budayanya. Saya rasa kalau misi itu sudah tercapai baru saya akan mulai melahirkan karya lagi di bidang lain, tentunya yang berhubungan dengan art.


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

two × 3 =