Yoldi James Tuju – The Joy of Helping Others

Diluar kegiatan dan panggilan hidupnya sebagai Wakil Gembala Sidang Gereja Kemuliaan Sion Kebayoran Baru, Yoldi James Tuju, pria yang sempat juga bergabung dalam gerakan peduli sesama manusia yang dipelopori oleh Sallyana Sorongan (kini ketua YKAI) di tahun 2004 ini kini berkontribusi lebih kepada masyarakat khususnya kepada anak-anak dengan kanker melalui kegiatannya bersama Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) untuk meringankan beban dan mengembalikan senyuman sehat anak-anak Indonesia.

 

Foto: Dok. Pribadi

 

Bagaimana awal mula Anda aktif berkegiatan bersama Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) sebagai Wakil Ketua?

Tahun 2004 awal mula saya bergabung dengan gerakan peduli sesama manusia, dipelopori oleh Ibu Sallyana Sorongan (Ketua YKAI), dengan mengumpulkan donasi untuk membantu orang yang kesusahan, sakit, di panti asuhan dan panti jompo bersama beberapa sahabat. Tahun 2010 gerakan ini menjadi Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia (YSKAI), fokusnya membantu anak-anak yang membutuhkan pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Dalam perjalanan, kami banyak sekali membantu anak-anak dengan kondisi kanker, dan semakin mengenal lebih dalam, kami banyak dipertemukan dengan berbagai pihak yang sangat peduli. Hingga pada awal tahun 2018 yayasan ini berganti nama menjadi Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), dan di dalam kepengurusan saya menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan.

 

Program apa saja yang dijalankan oleh YKAI?

Dengan program “Kembalikan Senyum Sehat Anak Indonesia”, YKAI optimis bahwa setiap anak dengan kanker berhak mendapatkan pengobatan yang layak. YKAI dalam hal ini terus berusaha untuk fokus pada 3 hal pokok, yaitu membantu biaya pengobatan, membantu pengadaan transportasi gratis antar-jemput pada saat pengobatan ke Rumah Sakit, serta membantu orang tua dari anak-anak dengan kanker/parenting support melalui pembuatan pelatihan prakarya, edukasi (training dan seminar), dan hiburan serta olahraga. Tentu program YKAI tidak akan berjalan jika tidak mendapat support dari berbagai pihak, oleh karena itu YKAI terus giat dalam kegiatan penggalangan dana (charity, donasi, CSR, pameran), serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk bisa mengembalikan senyum sehat anak Indonesia.

 

Seperti apa suka dan duka yang dihadapi selama berkegiatan bersama YKAI?

Tentunya ada banyak rasa suka ketika kita bisa menjadi bagian dari kebahagian para orang tua dan anak-anak dengan kanker, ketika mereka mendapatkan kesempatan, mendapatkan pengobatan yang terbaik. Kebahagian terbesar yang saya rasakan adalah ketika melihat perjuangan mereka melewati keadaan yang sulit, mereka adalah pejuang sejati. Sementara tantangannya, pada informasi yang masih minim mengenai  kanker pada anak, sehingga menjadi kendala dimana kami banyak mendapati anak-anak dengan kondisi kanker baru berobat atau baru mengetahui kondisinya setelah stadium lanjut. Penanganan kanker di rumah sakit juga masih menjadi masalah yang besar, karena ketersediaaan obat-obatan, dokter dan fasilitas penunjang untuk pengobatan kanker di Indonesia masih tergolong kurang, sehingga kebanyakan kasus kanker pada anak di Indonesia pengobatannya di rujuk di Rumah Sakit besar di Jakarta.

 

Bagaimana turut serta pemerintah dalam kegiatan YKAI?

Menjadi salah satu prioritas kami untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam membantu anak-anak dengan Kanker di Indonesia, karena dukungan pemerintah sangat dibutuhkan oleh anak-anak dengan kanker maupun orang tua baik ditingkat pencegahan (edukasi pengenalan dini kanker pada anak), pengobatan sampai masa pemulihan. Saat ini kami bersinergi dengan beberapa rumah sakit seperti RSAB Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Fatmawati, RS Kramat 128, RS Mayapada dan beberapa yayasan yang bergerak untuk membantu anak-anak penderita kanker. Salah satu kegiatan YKAI yang menjadi momen paling membahagiakan baik bagi orang tua maupun anak-anak dengan kanker adalah ketika diundang oleh Bapak Presiden Jokowi dan Ibu Iriana di Istana Bogor.

 

Apa YKAI membuka kesempatan untuk relawan? Dan apa hal yang dapat dilakukan masyarakat luas untuk membantu YKAI?

YKAI dengan sangat terbuka dan senang hati bila ada relawan atau volunteer yang bisa sama-sama membantu penanganan masalah pada anak-anak dengan kanker, bahkan saat ini kami juga menjaring muda-mudi untuk bisa menjadi sahabat dan menyuarakan kepeduliannya terhadap anak- anak dengan kanker di Indonesia. Kami mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih peduli, dan memberikan edukasi yang benar mengenai kanker pada anak, serta uluran tangan untuk bisa membantu mereka. Kita juga dapat membantu mereka lewat pendampingan bukan hanya bagi anak-anak tetapi juga terhadap orang tua.

 

Selain YKAI, apakah Anda menyisihkan waktu untuk aktif mengikuti kegiatan sosial lainnya?

Selain bergerak di bidang Sosial Kemanusiaan, aktivitas rutin saya adalah sebagai rohaniwan, yang tugas utamanya adalah pembinaan umat di salah satu Gereja di Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

 

Apa ada latar belakang tersendiri hingga akhirnya memilih kegiatan bersama YKAI?

Selain faktor sejarah pertemanan dengan para sahabat yang dari berbagai macam latar belakang, ras dan agama yang bergerak untuk kemanusiaan dari tahun 2004, saya pribadi merasakan bahwa ini juga adalah sarana saya untuk merefleksikan panggilan saya sebagai orang yang beriman untuk dapat mengasihi sesama manusia seperti saya mengasihi diri saya sendiri.

 

Apa hal yang bisa menginspirasi Anda saat beraktivitas?

Saya adalah seorang single parent dengan dua orang putra, berusia 19 dan 15 tahun. Istri saya meninggal di tahun 2006, dan sejak saat itu saya membesarkan anak-anak saya, semua karena anugerah Tuhan. Anak-anak saya adalah inspirasi saya, penyemangat hidup serta mereka adalah sahabat terdekat saya. Hal ini juga yang mendorong saya untuk ada di YKAI untuk membagikan semangat kepada anak-anak penderita kanker dan para orang tua untuk terus semangat menantikan kesembuhan.

 

Apa cita-cita dan harapan Anda untuk YKAI di masa depan?

Semakin banyak anak-anak kanker di Indonesia mendapatkan pengobatan yang layak, dan harapannya semakin banyak pihak yang dapat mengulurkan tangan untuk membantu anak-anak dengan kanker.

 

 

 


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

7 + 1 =