Yuni Jie – Pure and Bright

 

Bukan hanya memberikan totalitas pada kiprahnya di dunia desain interior bersama Jie Design dengan project residensial dan komersil, dan pengalaman Yuni Jie mendesain koleksi kitchen and furniture dari sebuah manufacture ternama Indonesia. Hingga dilanjutkan dengan kegemaran menulisnya yang dituangkan dalam 5 buku bertemakan desain yang sudah ia rilis, seperti The Art of Casual Elegance, yang sudah memenuhi jadwal kesehariannya selain tugas utamanya sebagai ibu dari kedua buah hatinya, tapi juga kegiatannya bersama One Fine Sky. Berposisi sebagai co-founder dari organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan penggerak motivasi anak untuk mengemban ilmu di sekolah sejak Mei 2017 ini menambah deretan aktivitas dan prestasi mulia dari seorang Yuni Jie.

TEKS VINNY VINDIANI. FOTO THOMAS SITO. LOKASI THE GUNAWARMAN.

 

Bagaimana awal mula Anda menekuni dunia karier & bisnis interior design?

Sejak kecil, saya memang sangat tertarik dengan dunia design. Saya senang bermain lego juga membuat baju-baju untuk boneka barbie saya. Mata dan taste saya juga banyak terasah dengan tempat-tempat yang saya kunjungi, baik di dalam maupun di luar negeri. Design is my life. I walk design, I breathe design, I live design.

 

Apa hal yang menginspirasi Anda saat menciptakan desain-desain terbaik Anda?

Saya merasa cukup beruntung karena inspirasi desain bagi saya dapat datang dari manapun dan kapanpun. Dari hal sehari-hari yang sederhana hingga hal yang kompleks.

 

Seperti apa proses kreasi sebuah desain, dari ide atau keinginan klien hingga hasil akhirnya?

Saya sangat menghargai sebuah proses desain. Menurut saya, desain interior atau desain yang baik adalah desain yang dapat mengakomodasi kebutuhan si pengguna. Saya percaya pada fungsionalitas dan practicality in design. Faktor dekoratif atau estetika bukan menjadi prioritas dalam setiap desain saya.

 

Seperti apakah tren desain interior saat ini dari pandangan Anda?

Saya bukan desianer yang percaya akan tren. Saya percaya dengan gaya yang timeless, effortless, unpretentious dan understated. Desain saya tidak perlu berteriak. Dalam setiap proses mendesain, saya juga tahu pasti kapan saya harus berhenti, sehingga hasil akhirnya tidak pernah berlebihan.

 

Bisa diceritakan mengenai One Fine Sky dan keterlibatan Anda disana?

Saya adalah co-founder untuk One Fine Sky yang didirikan tepat pada hari pendidikan Nasional 2 May 2017. mostly saya in charge of the branding. Tujuan saya adalah merancang sebuah kegiatan amal yang stylish. Jadi ketika seseorang menyumbang, not only they’ll feel good but also do look good! Setiap kemeja One Fine Sky yang terjual dikonversi menjadi satu set seragam sekolah dasar bagi anak-anak yang kurang mampu. Kami tahu benar ini hanyalah sebuah langkah kecil, namun dengan memakai seragam baru yang bagus, kami berharap dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar dan melanjutkan sekolah, and most importantly, feel confident.

 

Apa yang Anda lakukan di waktu senggang untuk me-recharge energi Anda?

Saya senang travelling dan mengunjungi tempat baru. Terutama tempat dengan desain yang engaging. I love museum dan saya menyukai kota besar.

 

Apa pandangan pribadi atau definisi personal Anda tentang waktu?

Saya sangat menghargai waktu. Bagi saya lebih baik menunggu daripada ditunggu ketika berjanji. Juga ketika bekerja, saya terkenal sangat amat efisien. Waktu adalah sesuatu yang tidak dapat kita beli, terutama waktu yang saya habiskan dengan anak-anak saya. Saya takut sekali mereka grow up too fast. Oleh karena itu, saya berusaha untuk spend as much time with them as I could, bahkan saya masih mengantar jemput anak-anak saya sendiri.

 

Apa hal yang paling menarik perhatian Anda dalam dunia teknologi?

Teknologi menurut saya sangat membantu untuk memvisualisasi dan menerjemahkan desain, misalnya dengan rendering 3D dalam konteks desain interior. Tetapi teknologi bisa menjadi sesuatu yang bersifat boomerang juga. Semua yang terlalu cepat dan instan saya rasa kurang baik, kita harus tetap menghargai proses. Saya termasuk orang yang tidak pernah mencari inspirasi dari pinterest. Menurut saya, lebih baik saya tidak melihat agar desain saya bisa tetap pure, berkarakter dan tidak terkontaminasi.


You May Like This

Leave a Reply

Or

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

nineteen − six =